Agensi perempuan dalam khitbah: Historisitas, Filosofi Maslahah, dan Dekonstruksi Gender dalam Tradisi Ganjur di Lamongan

Authors

  • Shivi Mala Ghummiah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ibnu Akbar Maliki Institut Agama Islam Negeri Curup
  • Muhammad Khusaini Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Subulussalam OKU Timur

Keywords:

Khitbah Perempuan, Maslahah, Tradisi Ganjur, Kesetaraan Gender

Abstract

Artikel ini menganalisis tradisi Ganjur di Kabupaten Lamongan sebagai sebuah anomali dalam diskursus khitbah (pinangan) dalam hukum Islam klasik, yang umumnya mengonsepsikan inisiatif pinangan berasal dari laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan literatur dengan menyajikan analisis komprehensif mengenai historisitas, filosofi maslahah, dan nilai kesetaraan gender yang terkandung dalam tradisi Ganjur. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi lapangan yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan antropologi, mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan perempuan pelaku Ganjur serta tokoh masyarakat, didukung data sekunder dari literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ganjur merupakan dekonstruksi sosial terhadap hegemoni patriarki dalam proses pra-pernikahan, memberikan agensi kepada perempuan untuk aktif memilih calon suami. Filosofi Ganjur berakar pada kesetaraan dan maslahah, di mana inisiatif perempuan dipandang sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap martabat kedua belah pihak. Aspek maslahah terlihat pada potensi meminimalisir risiko perceraian melalui pemahaman visi hidup bersama yang lebih mendalam, serta pemeliharaan tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Tradisi ini membuktikan bahwa norma sosial gender dalam pernikahan tidak mutlak dan dapat dinegosiasikan. Pada akhirnya, Ganjur merepresentasikan negosiasi antara adat lokal dan fiqih universal, menciptakan praktik yang adaptif dan memberikan kontribusi pada pemberdayaan perempuan dalam ranah privat, selaras dengan semangat keadilan dan kesetaraan dalam Islam.

References

Agustinningrum, Vina Tri dan Sukarman. “Tradisi Ganjuran di Desa Ngambeg Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan(Teori Folklor).” Morfologi:Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2, no. 5 (2024). https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i5.927.

Annashofi, M. Ilzam. “Tradisi Larangan Menolak Khitbah Dalam Tinjauan ‘Urf.” Sakina: Journal of Family Studies 6, no. 1 (2022). https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jfs/article/view/1091.

Chumayro, Saidatul, Nugraha Adi Saputra, dan Ibnu Akbar Maliki. “Resiliensi Keluarga Sakinah Dalam Pasangan Long Distance Marriage di Kalangan Buruh Bangunan.” El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law 5, no. 1 (2024). https://dx.doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v5i1.21745.

Daud, Fathonah K. dan Muniri. “Adab dan Urgensi KhitBah Pada Era Kontemporer: Kajian Tafsir Fiqh dalam Surat Al-Baqarah [2]: 235.” Al-Fikrah: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman 3, no. 1 (2020).

Faidah, Anifa Nur. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Perempuan Meminang Laki-Laki Di Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan.” El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga 5, no. 1 (2022): 1. https://doi.org/10.22373/ujhk.v5i1.11941.

Falah, Mohammad Bachrul, Riyanta, dan Ibnu Akbar Maliki. “Muhammadiyah and Urban Muslim Gender Equality Issues: Neo-Traditionalism in The Decision of the Majelis Tarjih and Tajdid Muhammadiyah on Husband and Wife Relationship.” Akademika : Jurnal Pemikiran Islam 29, no. 2 (2024). https://doi.org/10.32332/akademika.v29i2.9201.

Fatmaningtyas, Ratna Dewi. “Adat Istiadat Lamaran Perempuan Kepada Laki-laki Dalam Pernikahan di Lamongan Perspektif Maqashid Syariah.” Skripsi, Universitas Islam Indonesia, 2022. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38145.

Firlyana, Nur Laili. “Counter Hegemony Terhadap Tradisi Peminangan di Pedesaan Studi Kasus di Desa Sukobendu, Kec, Mantup Kab, Lamongan.” Skripsi, Universitas Airlangga, 2021. https://repository.unair.ac.id/70244/.

Fitriani, Hilma Nurullina. “Silariang Cinta yang (Tak) Direstui: Dari Kode-kode Budaya ke Interpretasi Semiotik Umberto Eco.” Sanggam 2, no. 1 (2025).

Ghummia, Shivi Mala. “Qira’ah Mubadalah sebagai Dialektika Penafsiran Ayat-ayat Nusyuz di Era Kontemporer.” Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 8, no. 2 (2023). https://doi.org/10.30868/at.v8i02.5321.

Hidayah, Novi Nurul. “Hubungan Antara Budaya dan Minoritas Studi atas Tradisi Ganjuran Perspektif Teori AGIL Talcott Parsons di Dusun Dempel Kabupaten Lamongan.” Jurnal PUBLIQUE 2, no. 1 (2021). https://doi.org/10.15642/publique.2021.2.1.102-121.

Hidayatulloh, Muhamad Syarif. “Praktik Pinangan Perempuan Kepada Laki-Laki: Analisis Implikasi Dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH) 6, no. 2 (2024): 2. https://doi.org/10.20885/ijiis.vol.6.iss2.art8.

Hilmi, Ismi Lathifatul. “Mu’asyarah Bil Ma’ruf Sebagai Asas Perkawinan.” Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS) 5, no. 1 (2023): 76–91. https://doi.org/10.33474/jas.v5i1.19624.

Huda, Muhammad Wildan Nuril. “Analisa Tradisi Wanita Melamar Pria Dalam Perspektif Tokoh Agama dan Perangkat Desa Setempat (Studi Kasus di Desa Banjarejo Kec Sukodadi Kabupaten Lamongan).” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Kediri, 2024. https://etheses.iainkediri.ac.id/16657/.

Inayati, Nurul, Wahyu Budi Nugroho, dan I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa. “Konstruksi Sosial Budaya ‘Ganjur(an)’ di Desa Canditunggal, Kabupaten Lamongan.” Jurnal Ilmiah Sosiologi: Sorot 1, no. 2 (2019). https://ojs.unud.ac.id/index.php/sorot/article/view/52562.

Juliansyahzen, Muhammad Iqbal. “Dialektika Hukum Islam Dan Hukum Adat Pada Perkawinan Lelarian Di Lampung Timur.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 12, no. 1 (2019): 1. https://doi.org/10.14421/ahwal.2019.12101.

Khoiroh, Muflikhatul. “Nilai-nilai Kearifan Lokal Tradisi Ganjur: Studi Pada Masyarakat Kecamatan Brondong dan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.” Laporan Penelitian, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2022. http://repository.uinsa.ac.id/id/eprint/2726/.

Kiram, Muhammad Zawil. “Pendidikan Berbasis Gender Dalam Keluarga Masyarakat Aceh.” Community: Pengawas Dinamika Sosial 6, no. 2 (2020). https://doi.org/10.35308/jcpds.v6i2.2503.

Laila, Nur Qomarotul. “Pemaknaan Khitbah Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 235 Perspektif Tradisi Ganjuran Di Desa Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan.” Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2025. https://etheses.iainponorogo.ac.id/32468/.

Liberny. “Telaah Penafsiran Ayat-ayat dan Hadist Tentang Khitbah atau Meminang Serta Analisis Kritisnya.” El-Sirry: Jurnal Hukum Islam dan Sosial 1, no. 2 (2023). https://doi.org/10.24952/ejhis.v1i2.10472.

Maliki, Ibnu Akbar, dan Anta Mustika Sari. “Relasi Suami Istri Dalam Pengasuhan Anak Perspektif Mubadalah (Studi Kasus di Desa Rajabasa Lama II).” SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak 5, no. 2 (2023). https://doi.org/10.32332/jsga.v5i02.6880.

Ma’mun, Sukron, dan Ibnu Akbar Maliki. “A Socio-Historical Study of Women’s Rights Advocacy in Islamic Legal Construction.” Journal of Southeast Asian Human Rights 7, no. 1 (2023). https://doi.org/10.19184/jseahr.v7i1.39156.

Ma’mun, Sukron, Sheikh Adnan Ahmad Usmani, dan Ibnu Akbar Maliki. “Childfree Phenomenon Among Urban Muslims: A Multidisciplinary Examination of Science and Morality.” Akademika : Jurnal Pemikiran Islam 28, no. 1 (2023). https://doi.org/10.32332/akademika.v28i1.6773.

Maratussholihah, Zuhrotul, Suyatno, dan Mulyono. “Makna Filosofis Hantaran pada Tradisi Ganjuran sebagai Bentuk Eksplorasi Budaya Jawa dalam Pembelajaran BIPA.” Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia 7, no. 3 (2024). http://dx.doi.org/10.30998/diskursus.v7i3.23668.

Muflihah, Himmatul. “Perubahan Tradisi Srah-Srahan dalam Pernikahan di Desa Lembor Kec. Brondong Kabupaten Lamongan.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2019. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/38207/.

Mustakim, Ahmad, dan Nurul Kholipah. “Konsep Khitbah dalam Islam.” JAS MERAH: Jurnal Hukum dan Ahwal al-Syakhsiyyah 1, no. 2 (2022). https://ejournal.staidapondokkrempyang.ac.id/index.php/jmjh/article/view/141.

Prihatini, Millenia. “Dakwah dan Transformasi Tradisi Ganjur Pada Generasi Milenial di Lamongan.” Tesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2021. http://digilib.uinsa.ac.id/49084.

Rahmah, Syarifah Kamilah. “Praktik Peminangan oleh Perempuan Kepada Laki-laki di Desa Sidokumpul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Perspektif Kesetaraan Gender.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq, 2022. https://digilib.uinkhas.ac.id/15902.

Ratnaduhita, Cintya, dan Edi Dwi Riyanto. “Ganjuran: Refleksi Spiritualitas Masyarakat dan Identitas Budaya Lamongan.” Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 8, no. 1 (2025). https://doi.org/10.31538/almada.v8i1.6351.

Rohmah, Nafilatur. “Tradisi Peminangan Oleh Perempuan Dalam Pandangan Ulama NU dan Muhammadiyah di Desa Paciran Kabupaten Lamongan.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2009. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/1925/.

Rosnaeni, Rosnaeni. “Pandangan Asghar Ali Engineer Tentang Kesetaraan Gender.” Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan 3, no. 2 (2021): 2. https://doi.org/10.31000/jkip.v3i2.4787.

Rosyada, Amrina, Lisna Mualifah, dan Ibnu Akbar Maliki. “Gender Justice in Husband and Wife Relations According to Shaykh Nawawi Al-Bantani: A Study of the Kitab Syarah ‘Uqūd al-Lujain.” Qanun: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2024). https://dx.doi.org/10.62870/qanun.v2i2.27087.

Rusmana, Dadan. “Pengajian Al-Qurân dalam Tradisi Pernikahan pada Masyarakat Sunda: Keberlangsungan dan Perubahan.” Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam 17, no. 1 (2020). https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v17i1.9064.

Sifa, Arisa dan Masrokhin. “Pandangan Tokoh Agama Tentang Khitbah Wanita Kepada Laki-laki (Studi Kasus Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan).” Jurnal Sains Student Research (JSSR) 3, no. 3 (2025). https://doi.org/10.61722/jssr.v3i3.4761.

Stiawan, Thoat. “Ta’aruf dan Khitbah Sebelum Perkawinan.” MAQASID: Jurnal Studi Hukum Islam 10, no. 1 (2021). https://doi.org/10.30651/mqsd.v10i1.12991.

Sulihkhodin, Mohammad Alfin. “Prosesi Khitbah di Indonesia Perspektif Local Wisdom.” Bilancia: Jurnal Studi Ilmu Syariah Dan Hukum 14, no. 2 (2020). https://doi.org/10.24239/blc.v14i2.553.

Tanuri. “Epistemologi Hukum Islam Perspektif Kebudayaan Dominan di Indonesia.” Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial 13, no. 1 (2025). https://doi.org/10.30868/am.v13i01.8249.

Wibowo, Guntur Arie, Chairuddin Chairuddin, Aulia Rahman, dan Riyadi Riyadi. “Kesetaraan Gender: Sebuah Tijauan Teori Feminisme.” SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan 9, no. 2 (2022): 2. https://doi.org/10.33059/jsnbl.v10i2.6360.

Yulia, Deti, Sukron Ma’mun, dan Ibnu Akbar Maliki. “Pergeseran Peran Anak Laki-Laki Tertua dalam Adat Lampung Saibatin.” El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law 4, no. 1 (2023). https://dx.doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v4i1.16722.

Zulaiha, Eni. “Analisa Gender dan Prinsip Prinsip Penafsiran Husein Muhammad pada Ayat-Ayat Relasi Gender.” Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir 3, no. 1 (2018): 1. https://doi.org/10.15575/al-bayan.v3i1.3125.

Published

2025-08-08

How to Cite

Ghummiah, S. M., Maliki, I. A., & Khusaini, M. (2025). Agensi perempuan dalam khitbah: Historisitas, Filosofi Maslahah, dan Dekonstruksi Gender dalam Tradisi Ganjur di Lamongan. Prosiding Hukum Keluarga Islam, 270–289. Retrieved from http://prosiding.stdiis.ac.id/index.php/hki/article/view/95

Issue

Section

Proceedings Article