Kritik terhadap Ijtihad Progresif Mahkamah Agung
Wasiat Wajibah bagi Ahli Waris Non-Muslim di Indonesia
Keywords:
wasiat wajibah, ahli waris non-Muslim, ijtihad progresif, uṣūl al-fiqh, hukum kewarisan IslamAbstract
Artikel ini bertujuan untuk menguji validitas metodologis ijtihad yudisial Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam penerapan wasiat wajibah bagi ahli waris non-Muslim serta mengidentifikasi implikasi hukumnya terhadap sistem kewarisan Islam di Indonesia. Persoalan ini muncul dari ketegangan yang persisten antara prinsip fikih klasik yang secara ijmak melarang pewarisan lintas agama dengan doktrin progresif yang berkembang melalui Putusan MA Nomor 368 K/AG/1995 dan Nomor 51 K/AG/1999, hingga dikukuhkan secara formal melalui Yurisprudensi Nomor 1/Yur/Ag/2018. Isu ini memiliki urgensi tinggi mengingat semakin kompleksnya komposisi keluarga lintas agama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan tiga pendekatan secara terpadu, yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach), yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ijtihad progresif yang mengakomodasi wasiat wajibah bagi ahli waris non-Muslim, meskipun berangkat dari semangat keadilan dan kemanusiaan, mengandung kelemahan metodologis yang fundamental karena bertentangan dengan ijmak ulama, mengabaikan hierarki sumber hukum dalam uṣūl al-fiqh, serta menggunakan qiyās maʼa al-fāriq, dan tidak memenuhi syarat-syarat ijtihad yang valid dalam kerangka uṣūl al-fiqh. Sebagai kontribusi novelty, artikel ini mengkonfrontasikan ijtihad yudisial tersebut secara terpadu dengan perspektif mazhab Syafiʿi yang dominan di Indonesia. Artikel ini berargumen bahwa reformasi hukum kewarisan yang metodologis valid harus berpijak pada optimalisasi instrumen yang telah tersedia dalam fikih seperti wasiat sukarela dan hibah, bukan pada rekonstruksi norma yang memiliki status qaṭʾi.
References
Al-Bukhārī, Muḥammad ibn Ismāʿīl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ṭūq al-Najāh, 1422 H.
Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid Muḥammad. Al-Mustaṣfā min ʿIlm al-Uṣūl. Taḥqīq Muḥammad ʿAbd al-Salām ʿAbd al-Shāfiʿī. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1993.
Al-Kāsānī, ʿAlāʾ al-Dīn. Badāʾiʿ al-Ṣanāʾiʿ fī Tartīb al-Sharāʾiʿ. Jilid 7. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1986.
Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Rawḍat al-Ṭālibīn. Jilid 6. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1992.
Al-Zuḥaylī, Wahbah. Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh. Jilid 10. Damaskus: Dār al-Fikr, 2004.
Asni. Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Hukum Indonesia (Pendekatan Integratif). Makassar: Alauddin University Press, 2020.
Aziz, Abdul, Ghufron Maksum, Nadzif Ali Asyari, dan Nurul Huda. "Wasiat Wajibah bagi Ahli Waris Non-Muslim di Indonesia Perspektif Najmuddin At-Thufi." Tasyri': Journal of Islamic Law 2, no. 1 (2023): 141–173. https://doi.org/10.53038/tsyr.v2i1.72.
Basyir, Ahmad, Wahyu Fitrianoor, dan Anisah Norlaila Hayati. "Pemberian Wasiat Wajibah kepada Keluarga Non-Muslim Perspektif Imam Syafiʿi." Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (Desember 2024): 187–189. https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v2i2.567.
Coulson, Noel J. A History of Islamic Law. Edinburgh: Edinburgh University Press, 1964.
Fadhilah, Naily. "Pembaruan Hukum Waris Islam: Wasiat Wajibah Mesir dan Relevansinya dengan Konsep Waris Pengganti Indonesia." Al-Mawarid: Jurnal Syarī'ah dan Hukum 3, no. 1 (2021): 36–47. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol3.iss1.art4.
Fataruba, Sabri. "Kompetensi Absolut Pengadilan Agama dan Kekhususan Beracaranya Pasca Amandemen Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama." SASI 22, no. 1 (2016): 59–73. https://doi.org/10.47268/sasi.v22i1.178.
Gafur, Abdul. "Analisis Konsep Wasiat Wajibah dalam KHI dan Putusan MA." Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 10, no. 1 (2022): 1–20. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v10i1.2483.
Herlina et al. "Ijtihad Proses Upaya Menjawab Problematika Hukum Islam." Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu 3, no. 2 (Februari 2025): 99–106. https://doi.org/10.59435/gjmi.v3i2.1347.
Ibn Qudāmah, Muwaffaq al-Dīn. Al-Mughnī. Jilid 9. Beirut: Dār al-Fikr, 1984.
Ibn Taimiyyah, Taqiy al-Dīn Aḥmad. Majmūʿ al-Fatāwā. Ed. ʿAbd al-Raḥmān ibn Muḥammad ibn Qāsim. Jilid 11. Madinah: Majmaʿ al-Malik Fahd, 1995.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Kamali, Mohammad Hashim. "History and Jurisprudence of the Maqāṣid: A Critical Appraisal." American Journal of Islam and Society 38, no. 3–4 (2021): 8–34. https://doi.org/10.35632/ajis.v38i3-4.3110.
Lukito, Ratno. Hukum Sakral dan Hukum Sekuler: Studi tentang Konflik dan Resolusi dalam Sistem Hukum Indonesia. Jakarta: Pustaka Alvabet, 2008.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 16 K/AG/2010. Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2010.
Mahsun. "Agama Keadilan sebagai Narasi Pemikiran Hukum Islam Masdar F. Mas'udi." Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial 15, no. 2 (2021): 176–190. https://doi.org/10.56997/almabsut.v15i2.573.
Margolang, Alifiah, M. Syukri Al Bani Nasution, dan Syafruddin Syam. "Pandangan Hakim PA Dan Ulama MUI Tentang Wasiat Wajibah Dalam Pewarisan Beda Agama." Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat 8, no. 2 (Desember 2023): 379–394. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/nuansaakademik.
Muslim ibn al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʿArabī, t.t.
Nasution, Zainul Aziz et al. "Transformasi Hukum Wasiat Wajibah ke dalam Sistem Hukum Nasional." Fatih: Journal of Contemporary Research 2, no. 2 (2025): 679–691. https://doi.org/10.61253/4v4m0977.
Nurdiansyah, Agus, dan Lilik Andaryuni. "Perbandingan Antara Wasiat Wajibah Mesir dengan Ahli Waris Pengganti dan Wasiat Wajibah Indonesia." Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam 12, no. 2 (2023): 108–116. https://doi.org/10.30651/mqs.v12i2.18950.
Permata, Cindera, dan Zezen Zainul Ali. "Implikasi Asas Personalitas Keislaman terhadap Penyelesaian Sengketa antara Muslim dan Non-Muslim di Pengadilan Agama." Dialog 45, no. 2 (2022): 181–194. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i2.663.
Rizkal. "Pemberian Hak Waris dalam Hukum Islam kepada Non Muslim Berdasarkan Wasiat Wajibah: Kajian Putusan Nomor 16 K/Ag/2010." Jurnal Yudisial 9, no. 2 (2016): 173–190. https://jurnal.komisiyudisial.go.id/index.php/jy/article/view/23.
Rofiq, Ahmad. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Siddigiyah, Robiatus, dan Novita Sari Novita. "Analisis Wasiat Wajibah Perspektif Hukum Islam." El-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2023). https://doi.org/10.53515/ebjhki.v2i2.39.
Soulisa, Mohammad Ibrahim Sidik, Rory Jeff Akyuwen, dan Barzah Latupono. "Wasiat Wajibah Bagi Ahli Waris Yang Bukan Beragama Islam." TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 10 (Desember 2024): 835–845. https://doi.org/10.47268/tatohi.v4i10.2799.
Suhaili, Achmad. "Integrasi Maqāṣid al-Syarī'ah dalam Praktik Peradilan Agama di Indonesia: Studi Alternatif Penyelesaian Sengketa Keluarga." Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga 6, no. 1 (2025): 29–42. https://doi.org/10.36835/mabahits.v5i02_1655.
Supardin. Fikih Peradilan Agama di Indonesia: Rekonstruksi Materi Perkara Tertentu. Makassar: Alauddin University Press, 2014.
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
Wahid, Marzuki, dan Rumadi. Fiqh Madzhab Negara: Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia. Yogyakarta: LKiS, 2001.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Hukum Keluarga Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.