Akad Nikah Daring dan Pencatatan Perkawinan Digital dalam Fikih Munakahat Indonesia
Validitas Ijab Kabul, Kesatuan Majelis, dan Pembuktian Elektronik
Kata Kunci:
akad nikah daring, fikih munakahat, pencatatan perkawinan digital, pembuktian elektronik, maqāṣid al-syarī‘ahAbstrak
Meningkatnya praktik akad nikah daring dan digitalisasi layanan perkawinan di Indonesia menimbulkan perdebatan mengenai validitas ijab kabul, konsep kesatuan majelis virtual, serta kedudukan bukti elektronik dalam hukum keluarga islam. Penelitian terdahulu umumnya hanya fokus pada status sah atau tidak sah akad nikah daring, sedangkan standar verifikasi wali, saksi, dan konstruksi pembuktian elektronik masih relatif belum dibahas secara komprehensif. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum karena fikih munakahat klasik menekankan terpenuhinya rukun dan syarat nikah, termasuk ijab-kabul, wali, saksi, dan ittihād al-majlis, sementara hukum positif menuntut pencatatan resmi dan pembuktian yang menjamin kepastian status keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas ijab-kabul daring, kesatuan majelis virtual, serta kehadiran wali dan saksi dalam perspektif fikih munakahat Indonesia; sekaligus merumuskan konstruksi pencatatan perkawinan digital dan penggunaan pembuktian elektronik dalam hukum keluarga Islam Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis fikih munakahat, hukum perkawinan nasional, dan hukum pembuktian elektronik dalam satu kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad nikah daring tidak otomatis sah atau batal karena medianya, melainkan harus diuji berdasarkan terpenuhinya substansi akad, kejelasan identitas, kesinambungan ijab-kabul, kewenangan wali, dan kesaksian yang utuh. Pencatatan digital dan bukti elektronik berfungsi sebagai instrumen pendukung kepastian hukum, bukan pengganti akad. Bukti elektronik perlu diuji autentisitas, integritas, relevansi, dan keterandalannya agar dapat melindungi hak suami, istri, anak, serta mencegah praktik nikah tidak tercatat di era digital.
Referensi
Al-Maliki, Muhammad Alwi, dan Asep Saepudin Jahar. “Dinamika Hukum Akad Nikah Via Teleconference Di Indonesia.” JURNAL INDO-ISLAMIKA 10, no. 2 (30 September 2020): 136–51. https://doi.org/10.15408/idi.v10i2.17523.
Alimuddin, Ahmad. “Problematika Penerapan Hukum Perkawinan Islam di Era Digital: Studi Kasus Pernikahan Online di Indonesia.” Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 2 (27 Desember 2024): 67–80. https://doi.org/10.55606/af.v6i2.1165.
ANA, ANA LAELA FATIKHATUL CHOIRIYAH, Inayatul Anisah, dan Yudha Bagus Tunggal Putra. “Transformasi Digital Akta Cerai DIGITAL TRANSFORMATION OF DIVORCE CERTIFICATES AND REFORM OF RELIGIOUS COURT PROCEDURE IN INDONESIA.” Indonesian Journal of Shariah and Justice 5, no. 2 (1 Januari 2026): 283–304. https://doi.org/10.46339/ijsj.v5i2.201.
Annisa Nanda Dermawan. “Implementasi Penerbitan Kartu Nikah Digital ditinjau dari Teori Maslahah Mursalah.” Bandung Conference Series: Islamic Family Law 4, no. 2 (17 Agustus 2024): 243–49. https://doi.org/10.29313/bcsifl.v4i2.15608.
Anwar, Wirani Aisiyah, Aris Aris, I’in Mutmainah, Jesika Jesika, dan Nurul Al-Magfira Salsabila. “Dinamika Hukum Perkawinan Perspektif Hukum Keluarga Islam: Studi Kasus Jasa Nikah Siri Online Di Parepare.” Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam 6, no. 1 (19 Maret 2025): 18–34. https://doi.org/10.15575/as.v6i1.44586.
Atika, Nur, dan Zahratul Mawaddah. “Akad Nikah Virtual: Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia.” OBHE: Jurnal Pascasarjana IAIN Papua, 2024. https://doi.org/10.53491/obhe.v1i02.1265.
Aziz, Muhammad Abdul, A. H. Bahruddin, Husnul Khotimah, Zamroni Wafa, dan Sri Hidayati. “A Study on Marriage Ceremony through Video Call Software: Modernity and Islamic Law Perspective.” In Proceedings of the 1st International Conference on Recent Innovations, 2960–67. SCITEPRESS - Science and Technology Publications, 2018. https://doi.org/10.5220/0009944629602967.
Basri, Achmad Hasan. “Alat Bukti Elektronik Menurut Hukum Acara Perdata dan Hukum Islam.” Indonesian Journal of Islamic Law 2, no. 2 (6 Mei 2020): 60–67. https://doi.org/10.35719/ijil.v2i2.606.
Daffa, Muh. Faraz, Sufirman Rahman, dan Abdul Qahar. “Kekuatan Pembuktian Tanda Tangan Elektronik sebagai Alat Bukti dalam Perkara Perdata.” Journal of Lex Philosophy (JLP) 4, no. 1 (30 Juni 2023): 205–21. https://doi.org/10.52103/jlp.v4i1.1499.
Faisal, F, Ahmad Isnaeni, Moh. Bahrudin, dan N Nasruddin. “Marriage Contract Through Visualization Of Online Video Call Communication Media According To Marriage Law And Islamic Law In Indonesia.” SMART: Journal of Sharia, Traditon, and Modernity 1, no. 1 (28 Agustus 2021): 81. https://doi.org/10.24042/smart.v1i1.9847.
Firdaus, Firdaus. “The Concept of Wali Hakim, Marriage Witness, and Ijab Kabul in the Book of Al-Nikah: Analysis and Relevance to the Contemporary Context.” IJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies 5, no. 2 (31 Desember 2024): 39–50. https://doi.org/10.59525/ijois.v5i2.565.
Galuh Candra Utami, dan Sidi Ahyar Wiraguna. “Pembuktian Digital dalam Sengketa Perdata: Menguji Validitas Formil dan Materiil Dokumen Elektronik di Era Modern.” Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana 2, no. 4 (24 Desember 2025): 40–52. https://doi.org/10.62383/referendum.v2i4.1360.
Haj, Habil Syahril, dan Tutik Hamidah. “Online Marriage from the Perspective of Islamic Law and Positive Law at the Junrejo District Religious Affairs Office.” ISLAMIKA 7, no. 1 (1 Januari 2025): 107–23. https://doi.org/10.36088/islamika.v7i1.5484.
Harahap, Risalan Basri, Kaniya Amirah Barkah Daulay, dan Ahmad Dabith Mubarak HSB. “Reconstructing the Validity of Marriage Contracts in the Digital Era: Jasser Auda’s Maqâṣid al-Syarîʿah Perspective.” Madania: Jurnal Kajian Keislaman 29, no. 2 (31 Desember 2025): 379. https://doi.org/10.29300/madania.v29i2.8996.
Hartanto, Dwiyana Achmad, dan Evi Sintia Rahma. “LEGAL PROVISIONS FOR ONLINE MARRY LEGALIZATION IN INDONESIA.” International Journal of Law, Government and Communication 9, no. 36 (10 Juni 2024): 53–60. https://doi.org/10.35631/IJLGC.936004.
Hasnawati, Hasnawati, dan Mohammad Safrin. “Kedudukan Alat Bukti Elektronik dalam Pembuktian Tindak Pidana.” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam 5, no. 2 (25 Juli 2023): 1207–14. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.2878.
Herdiansa. “Kontroversi Akad Nikah Secara Daring.” Jurnal At-Tahdzib 12, no. 1 (19 Maret 2024): 8–12. https://doi.org/10.61181/at-tahdzib.v12i1.328.
Khusnul Khotimah, Luluk Afifah, Lutfi Maisaroh, dan Rizkon Jaya. “Legalitas Akad Nikah Daring dalam Perspektif Fikih Islam Kontemporer: Reinterpretasi Ittihād al-Majlis di Era Digital.” Bulletin of Indonesian Islamic Studies 2, no. 2 (31 Desember 2023): 256–63. https://doi.org/10.51214/biis.v2i2.1434.
Koswara, Asep, Hasan Bisri, dan A Muchtar. “Pendapat Syaikh Nizhamuddin Al-Balkhi dalam Kitab Fatawa Al-Hindiyyah tentang Ittishal antara Ijab dan Kabul Akad Nikah.” Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam, 2020. https://doi.org/10.36667/istinbath.v14i2.479.
Lestari, Arum Ayu, dan Mochammad Arifin. “Tinjauan Hukum Islam Terkait Pelaksanaan Akad Nikah Secara Virtual.” SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies 3, no. 1 (2 April 2023): 70–79. https://doi.org/10.28926/sinda.v3i1.1027.
Muhammad Jawahir noor. “REKONSTRUKSI PERJANJIAN PRA NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP HUKUM POSITIF.” El ’Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga 4, no. 2 (31 Juli 2025): 1–14. https://doi.org/10.59270/aailah.v4i02.272.
Muhyidin, Budi Setyawan, Mas Nooraini Hj Mohiddin, Ro’fah Setyowati, A Musyafah, Agus Sarono, dan Islamiyati. “Strengthening Legal Certainty of Marriage Contract (Ijab Kabul ) via Telecommunications in the Digital Era and Its Alignment with Sustainable Development Goal : Case of Indonesia.” Pandecta Research Law Journal, 2025. https://doi.org/10.15294/pandecta.v20i1.13645.
Musarrofa, Ita, Husnul Muttaqin, dan Ridha Amaliyah. “The Problems of Islamic Family Law in the Digital Era and Its Relevance to Renewal of the Compilation of Islamic Law.” Jurnal Hukum Islam 22, no. 1 (3 Juni 2024): 89–124. https://doi.org/10.28918/jhi_v22i1_4.
Nisa, Sururiyah Wasiatun. “Akad Nikah online Perspektif Hukum Islam.” Hukum Islam, 2022. https://doi.org/10.24014/jhi.v21i2.11734.
Noris, Alvia, dan Nuryanto A. Daim. “Legitimasi Nikah Sirri dalam Perspektif Hukum Islam dan Tantangan Pencatatan Perkawinan di Era Digital.” Law and Humanity 4, no. 1 (25 April 2026): 65–81. https://doi.org/10.37504/lh.v4i1.802.
Novri Hanafiah, Surya Sukti, dan Mustar. “Reformasi Hukum Keluarga di Era Disrupsi: Menyikapi Perkembangan Digital Dalam Isu Pernikahan dan Perceraian.” Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi 2, no. 5 (14 Mei 2025): 269–77. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i5.300.
Nuroniyah, Wardah. “Analisis Akad Nikah Via Teleconference Menurut Fiqih Mazhab Dan Hukum Positif Indonesia.” Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam 2, no. 1 (27 Juni 2017). https://doi.org/10.24235/mahkamah.v2i1.1671.
Rohman, Miftakur. “Implikasi Hukum Pernikahan Online (Virtual Marriage) Terhadap Keabsahan Dan Akibat Hukumnya Dalam Perspektif Fiqh Dan Regulasi Di Indonesia.” MASADIR: Jurnal Hukum Islam 5, no. 01 (30 April 2025): 1050–73. https://doi.org/10.33754/masadir.v5i01.1656.
Sawaluddin Siregar, dan Misbah Mrd. “TINJAUAN FIQHIYYAH TERHADAP PENGULANGAN IJAB DAN KABUL DALAM AKAD PERKAWINAN DI KECAMATAN DOLOK.” I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan 1, no. 3 (4 November 2024): 199–209. https://doi.org/10.63424/itiqadiah.v1i3.121.
Sukmasari, Amelia, Wulanmas Frederik, Merry Elisabeth Kalalo, dan Muhammad Herro Soepeno. “Application Of Electronic Evidence As Extension Of Legal Civil Evidence Divorce Cases In Indonesia.” International Journal of Law, Environment, and Natural Resources 4, no. 1 (5 April 2024): 1–14. https://doi.org/10.51749/injurlens.v4i1.95.
Wibisono, Yusuf. “Kedudukan Alat Bukti Elektronik Dalam Perkara Di Pengadilan Agama.” Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial 16, no. 2 (18 September 2022): 219–31. https://doi.org/10.56997/almabsut.v16i2.687.
Zakky Fikri, Ahmad, dan Musyafa. “Pertimbangan-Pertimbangan Yang Mengantarkan Pada Persetujuan Pernikahan Dengan Wali Hakim (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember).” Rayah Al-Islam 7, no. 3 (28 Desember 2023): 790–803. https://doi.org/10.37274/rais.v7i3.779.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Prosiding Hukum Keluarga Islam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.