Analisis Yuridis-Komparatif: Keabsahan dan Pembatalan Wakaf oleh Orang Pailit dalam Perspektif Fikih dan Hukum Nasional
Kata Kunci:
wakaf, Pailit, Actio Pauliana, Fikih muamalah, Kepastian HukumAbstrak
Wakaf sebagai instrumen filantropi Islam mengalami perkembangan pesat di Indonesia, terutama dalam bentuk wakaf produktif yang didukung oleh UU No. 41 Tahun 2004. Namun, praktik ini berpotensi menimbulkan benturan hukum ketika wakif (pemberi wakaf) mengalami kepailitan sebagaimana diatur dalam UU No. 37 Tahun 2004. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keabsahan dan mekanisme pembatalan wakaf yang dilakukan oleh orang pailit melalui pendekatan yuridis-komparatif antara perspektif fikih Islam dan hukum positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan,Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik fikih maupun hukum positif sama-sama memprioritaskan pemenuhan hak kreditur, yang dalam fikih dianggap sebagai bagian dari huququl 'adamiyyin (hak sesama manusia) yang wajib ditunaikan dan merupakan manifestasi dari hifz al-mal(perlindungan harta). Fikih melalui konsep hajr 'alal muflis (pembatasan hukum atas orang pailit), memandang tindakan tabarru' (amal) seperti wakaf menjadi tidak sah (batal) atau setidaknya mauquf (ditangguhkan). Hal ini karena wakif kehilangan ahliyyat al-tabarru' (kecakapan berderma) akibat status pailitnya. Sejalan dengan itu, hukum positif melalui mekanisme Actio Pauliana memberikan kewenangan kepada Kurator untuk menuntut pembatalan wakaf yang merugikan kepentingan kreditur , khususnya yang dilakukan dalam jangka waktu satu tahun sebelum putusan pailit dijatuhkan.Penelitian ini menyimpulkan adanya konvergensi filosofis yang melahirkan legitimasi ganda (syar’i dan yuridis-formal) terhadap pembatalan wakaf oleh debitur pailit. Hukum positif dapat dipandang sebagai instrumentasi prosedural modern bagi prinsip keadilan substantif dalam fikih. Keselarasan ini bertujuan untuk memperkuat kepastian hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi wakaf dan kepailitan.
Referensi
Al-Qur’an al-Karim.
Alfuadiyah, Giyats. 2019. "Kedudukan Harta Benda Wakaf Yang Dilakukan Oleh Wakif Dalam Keadaan Pailit Menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf". Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Al-Suyuti, Jalaluddin. 1990. Al-Asybah wa al-Nazha'ir fi Qawa'id wa Furu' Fiqh al-Syafi'iyyah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Syafi'i, Muhammad bin Idris. t.t. Al-Umm. Beirut: Dar al-Ma’rifah.
Al-Zuhaili, Wahbah. 1985. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.
An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. 1991. Raudhatut Thalibin wa Umdatul Muftin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
At-Tirmidzi, Muhammad bin ‘Isa. Sunan At-Tirmidzi.
Fuady, Munir. 2014. Hukum Pailit dalam Teori dan Praktik. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Harahap, M. Yahya. 2006. Hukum Acara Perdata. Jakarta: Sinar Grafika.
Ibn Qudamah, Abdullah bin Ahmad. t.t. Al-Mughni. Kairo: Maktabah al-Qahirah.
Ibn Rusyd al-Hafid. t.t. Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid. Beirut: Dar al-Jiil.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.
Laili, Alfu. 2017. "Analisis Fiqh Muamalah Terhadap Transaksi Harta Orang Yang Dinyatakan Pailit". Skripsi. Surabaya: UIN Sunan Ampel.
Larasati Meidina, Ghea, dkk. 2020. "Perlindungan Hukum Bagi Kreditor Terhadap Harta Wakaf Debitor Pailit". Jurnal Notariil, Vol. 5, No. 1.
Muslim, bin al-Hajjaj. Shahih Muslim.
Sabiq, Sayyid. 2013. Fiqih Sunnah. Terjemahan. Jakarta: Tinta Abadi Gemilang.
Salsabila, Shania dan Ghansham Anand. 2020. "Pelaksanaan Wakaf Wasiat dan Akibat Hukumnya Ketika Harta Warisan Dipailitkan". Jurnal Hukum Adigama, Vol. 3, No. 2.
Sjahdeini, Sutan Remy. 2009. Hukum Kepailitan: Memahami UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Suadi, Amran. 2019. Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah. Jakarta: Kencana.
Subekti. 2003. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.
Syafe'i, Rachmat. 2001. Fiqh Muamalah. Bandung: Pustaka Setia.
Syahrin, M. Alvi. 2017. "Actio Pauliana: Konsep Hukum dan Problematikanya". Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 4, No. 1.
Usman, Rachmadi. 2016. Hukum Perwakafan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Yuliohaq, Fajar, dkk. 2020. "Tinjauan Yuridis Terhadap Pembatalan Wakaf Akibat Debitur Pailit". Soumatera Law Review, Vol. 3, No. 1.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Prosiding Hukum Keluarga Islam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.